Selamat Datang

Selamat Datang Di Blog PN. Febrian Hrp...
>

Sekilas Aku

Kamis, 07 Juni 2012

Konflik Sosial Dalam Mobilitas Sosial

Pertemuan itu terjadi tahun 1995 secara tak sengaja di sebuah gang sempit bernama AMPERA di Kampung Jawa Belakang Kota Langsa, sehingga 2 insan manusia (Parjo & Rose) kemudian berkenalan. Perkenalan tersebut diawali dengan perselisihan yang berujung kepada pertengkaran kecil hanya gara-gara ingin jalan duluan. namanya gang sempit, jadi bila ada 2 kendaraan yang berlawanan ingin melintas salah satunya harus mengalah dulu, karena jalan tersebut sebenarnya adalah tanggul penahan air sungai yang cenderung meluap ketika hujan tiba. singkat kata spasang insan berlainan jenis ini kemudian berdebat merasa "duluan" menguasai jalan. karena merasa laki-laki parjo akhirnya mengalah dan memundurkan kendaraannya kebelakang pelan-pelan dan membiarkan rose jalan duluan. hmm, nampaknya rose kualat, tiba2 dia tergelincir dan terjun ke sungai (hahah)..
Walau parjo masih dalam keadaan kesal setengah mati ne ma tu cewek, tapi naluri sosialnya langsung tanggap. secepat kilat dia terjun ke sungai tanpa peduli dengan keadaan kenderaannya yang mengganggu jalan orang lain. parjo bagaikan pahlawan kesiangan namun cukup membanggakan! akhirnya mereka berbasah-basahan dua-duaan naik ke darat. dan tak lama orang2 berdatangan membantu untuk mengambil kendaraan milik rose yang tercebur di sungai. 
Berikutnya, hmm.... kendaraan milik rose udah kemasukan air sehingga mesinnya tidak lagi mau nyala kembali, dan sekali lagi parjo menampaknya sikap bertanggung jawabnya dengan membawa kendaraan itu ke bengkel terdekat dengan menggunakan tenaga manusia miliknya (dorong). sampai di bengkel setelah urusan selesai parjo mohon diri ma tu cewek (rose) untuk pulang ke rumahnya, tapi dengan agak malu-malu rose minta diantarin pulang dengan alasan uangnya gak ada lagi (udah nyemplung ke sungai) buat naik angkot ataupun betor. dan parjo pun  mengantarkan gadis manis tersebut.... (bersambung)

Rabu, 06 Juni 2012

Perilaku Menyimpang


Akhir-akhir ini sering tampak pemandangan ironis di seputar kita. pemandangan tersebut berada di depan-depan SPBU (galon) di mana persediaan bensin kerap habis, sedangkan tepat di depan SPBU tersebut bertebaran penjual-penjual minyak eceran yang mencoba mengais rezeki dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan orang lain. siapakah yang bersalah dalam hal ini???
Penjual minyak eceran tersebut tidak bersalah. mereka hanya berusaha mencari dan menutupi kebutuhan ekonomi mereka tanpa pernah sadar tentang apa sebenarnya yang sedang terjadi. lalu siapa sebenarnya yang bersalah? bila kita melihat teori karl mark yang mendefinisikan "perilaku menyimpang merupakan perilaku yang didefinisikan atau dibentuk oleh pihak berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka sendiri" dan satu lagi masih juga mengutip apa yang dikatakan karl mark bahwa "hukum merupakan cerminan kepentingan pihak yang berkuasa dan pengadilan hanya menguntungkan pihak tersebut."
dengan kata lain, ketiadaan minyak di SPBU mungkin bukan termasuk kategori perilaku menyimpang. namun ketiadaan minyak di SPBU sedangkan di depan atau di sekitar SPBU minyak berjerigen-jerigen (jeriken:KBBI) tersedia jelas termasuk ke dalam perilaku menyimpang....

Mobilitas Sosial

Setelah menamatkan SMA, Sinaga mencoba untuk kuliah. tapi karena persoalan ekonomi keluarga akhirnya Sinaga harus menyerah kepada nasib dan menjadi seorang pengangguran. tak lama sinaga mempunyai seorang tetangga baru (sebut aja Wiro). sinaga kemudian dipekerjakan oleh wiro untuk menjaga istri dan anaknya di rumah karena wiro sering bepergian keluar kota untuk mengurusi bisnisnya yang seabrek. untuk itu, sinaga dibuatkan kamar khusus di rumah wiro yang terpisah dari rumah utama (seperti paviliun). dan semua berjalan lancar. wiro memiliki seorang istri dan 4 orang anak. istri wiro sering sakit sehingga untuk itulah wiro mempekerjakan sinaga. tugas sinaga setiap hari adalah mengantar jeput anak wiro pergi dan pulang sekolah, mengantar les sore dan mengurus segala keperluan nyonya wiro. namun setelah berjalan hampir dua tahun....