Selamat Datang

Selamat Datang Di Blog PN. Febrian Hrp...
>

Sekilas Aku

Rabu, 06 Juni 2012

Mobilitas Sosial

Setelah menamatkan SMA, Sinaga mencoba untuk kuliah. tapi karena persoalan ekonomi keluarga akhirnya Sinaga harus menyerah kepada nasib dan menjadi seorang pengangguran. tak lama sinaga mempunyai seorang tetangga baru (sebut aja Wiro). sinaga kemudian dipekerjakan oleh wiro untuk menjaga istri dan anaknya di rumah karena wiro sering bepergian keluar kota untuk mengurusi bisnisnya yang seabrek. untuk itu, sinaga dibuatkan kamar khusus di rumah wiro yang terpisah dari rumah utama (seperti paviliun). dan semua berjalan lancar. wiro memiliki seorang istri dan 4 orang anak. istri wiro sering sakit sehingga untuk itulah wiro mempekerjakan sinaga. tugas sinaga setiap hari adalah mengantar jeput anak wiro pergi dan pulang sekolah, mengantar les sore dan mengurus segala keperluan nyonya wiro. namun setelah berjalan hampir dua tahun....
mulai timbul masalah, wiro semakin jarang pulang sehingga istri wiro curiga bahwa wiro mungkin telah punya istri yang lain. saat hampir bersamaan antara sinaga dan istri wiro karena seringnya berdua timbul satu rasa yang tak pernah mampu terungkap lewat kata. akhirnya sinaga menikahi istri wiro (wiro telah menceraikan istrinya). pasca menikah kehidupan mereka sangat sulit, ditambah lagi istrinya memang sering sakit dan tekanan ekonomi membuat mereka sering cekcok. saat seperti itu lahir pula anak mereka yang membutuhkan biasa persalinan dan lain-lain. sinaga pusing tujuh keliling, karna kalo dulu dia ada gaji dari si wiro dan sekarang gaji itu terputus. sedangkan istrinya yang mantan istri wiro tidak lagi mendapat subsidi dari wiro karna wiro merasa sudah dikhianti. sedangkan di masyarakatnya sinaga mendapatkan tekanan sosial dan cemoohan karena dituduh mengambil istri orang atau sering dikatakan pagar makan tanaman. konsekuensi ini membuat sinaga dijauhi oleh kelompok sosialnya hingga ia benar-benar stres. asal pulang kerumah ia slalu direpeti dan dikata-katai oleh istrinya dan mereka ribut trus hingga berujung pengusiran sinaga dari rumah istrinya. sinaga pergi membawa anaknya yang masih bayi. ia marah dan kecewa atas sikap istrinya. ia kemudian menceraikan istrinya, menitipkan anaknya di rumah ibunya dan merantau pergi jauh tak seorangpun tau kemana ia pergi. dua tahun kemudian.... sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan pos jaga yang kebetulan berdekatan dengan rumah sinaga. orang pada rame di pos tersebut bukan tuk jaga malam karena hari masih siang. tapi mereka sibuk berkerumun membahas seorang pencuri yang ditangkap serta dihakimi massa. perhatian orang teralih ke mobil mewah tersebut. pintu mobil terbuka, turun seorang nyonya super cantik. tak lama turun pula pengemudinya yang terntaya... SINAGA... wah heboh ne kampung. ibu sinaga tersenyum bangga.... rupanya telah terjadi MOBILITAS SOSIAL pada sinaga akibat terusir dari rumah dulu. ternyata merantau dapat merubah hidup seseorang dalam hal kehidupan. saluran apakah yang digunakan sinaga untuk merubah hidupnya? yang pertama saluran pekerjaan. ia bekerja di sebuah perkebunan daerah pekanbaru. dan kemudian mendapatkan seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya. janda tersebut anak direktur perkebunan yang sangat simpati kepada sinaga karena pernah menyelamatkan hidupnya dari upaya pembunuhan segerombolan perampok di arela perkebunan yang sama. perampok kemudian diserahkan kepada polisi dan sinaga dinaikkan pangkatnya. kejujuran dan kemuliaan sikap sinaga sangat mengesankan bosnya. apalagi setiap magrib sinaga selalu ke masjid perkebunan tersebut utk mengajak orang sholat dengan mengumandangkan azan serta bertindak sebagai imam. bakda magrib sinaga mengaji di masjid. hmmm suaranya membuat orang merinding.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar