Hidup ini, Kadang GILA!!!
Selamat Datang
Sekilas Aku
Selasa, 10 November 2015
Kamis, 07 Juni 2012
Konflik Sosial Dalam Mobilitas Sosial
Pertemuan itu terjadi tahun 1995 secara tak sengaja di sebuah gang sempit bernama AMPERA di Kampung Jawa Belakang Kota Langsa, sehingga 2 insan manusia (Parjo & Rose) kemudian berkenalan. Perkenalan tersebut diawali dengan perselisihan yang berujung kepada pertengkaran kecil hanya gara-gara ingin jalan duluan. namanya gang sempit, jadi bila ada 2 kendaraan yang berlawanan ingin melintas salah satunya harus mengalah dulu, karena jalan tersebut sebenarnya adalah tanggul penahan air sungai yang cenderung meluap ketika hujan tiba. singkat kata spasang insan berlainan jenis ini kemudian berdebat merasa "duluan" menguasai jalan. karena merasa laki-laki parjo akhirnya mengalah dan memundurkan kendaraannya kebelakang pelan-pelan dan membiarkan rose jalan duluan. hmm, nampaknya rose kualat, tiba2 dia tergelincir dan terjun ke sungai (hahah)..
Walau parjo masih dalam keadaan kesal setengah mati ne ma tu cewek, tapi naluri sosialnya langsung tanggap. secepat kilat dia terjun ke sungai tanpa peduli dengan keadaan kenderaannya yang mengganggu jalan orang lain. parjo bagaikan pahlawan kesiangan namun cukup membanggakan! akhirnya mereka berbasah-basahan dua-duaan naik ke darat. dan tak lama orang2 berdatangan membantu untuk mengambil kendaraan milik rose yang tercebur di sungai.
Berikutnya, hmm.... kendaraan milik rose udah kemasukan air sehingga mesinnya tidak lagi mau nyala kembali, dan sekali lagi parjo menampaknya sikap bertanggung jawabnya dengan membawa kendaraan itu ke bengkel terdekat dengan menggunakan tenaga manusia miliknya (dorong). sampai di bengkel setelah urusan selesai parjo mohon diri ma tu cewek (rose) untuk pulang ke rumahnya, tapi dengan agak malu-malu rose minta diantarin pulang dengan alasan uangnya gak ada lagi (udah nyemplung ke sungai) buat naik angkot ataupun betor. dan parjo pun mengantarkan gadis manis tersebut.... (bersambung)
Rabu, 06 Juni 2012
Perilaku Menyimpang
Akhir-akhir ini sering tampak pemandangan ironis di seputar kita. pemandangan tersebut berada di depan-depan SPBU (galon) di mana persediaan bensin kerap habis, sedangkan tepat di depan SPBU tersebut bertebaran penjual-penjual minyak eceran yang mencoba mengais rezeki dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan orang lain. siapakah yang bersalah dalam hal ini???
Penjual minyak eceran tersebut tidak bersalah. mereka hanya berusaha mencari dan menutupi kebutuhan ekonomi mereka tanpa pernah sadar tentang apa sebenarnya yang sedang terjadi. lalu siapa sebenarnya yang bersalah? bila kita melihat teori karl mark yang mendefinisikan "perilaku menyimpang merupakan perilaku yang didefinisikan atau dibentuk oleh pihak berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka sendiri" dan satu lagi masih juga mengutip apa yang dikatakan karl mark bahwa "hukum merupakan cerminan kepentingan pihak yang berkuasa dan pengadilan hanya menguntungkan pihak tersebut."
dengan kata lain, ketiadaan minyak di SPBU mungkin bukan termasuk kategori perilaku menyimpang. namun ketiadaan minyak di SPBU sedangkan di depan atau di sekitar SPBU minyak berjerigen-jerigen (jeriken:KBBI) tersedia jelas termasuk ke dalam perilaku menyimpang....
Mobilitas Sosial
Setelah menamatkan SMA, Sinaga mencoba untuk kuliah. tapi karena persoalan ekonomi keluarga akhirnya Sinaga harus menyerah kepada nasib dan menjadi seorang pengangguran. tak lama sinaga mempunyai seorang tetangga baru (sebut aja Wiro). sinaga kemudian dipekerjakan oleh wiro untuk menjaga istri dan anaknya di rumah karena wiro sering bepergian keluar kota untuk mengurusi bisnisnya yang seabrek. untuk itu, sinaga dibuatkan kamar khusus di rumah wiro yang terpisah dari rumah utama (seperti paviliun). dan semua berjalan lancar. wiro memiliki seorang istri dan 4 orang anak. istri wiro sering sakit sehingga untuk itulah wiro mempekerjakan sinaga. tugas sinaga setiap hari adalah mengantar jeput anak wiro pergi dan pulang sekolah, mengantar les sore dan mengurus segala keperluan nyonya wiro.
namun setelah berjalan hampir dua tahun....
Kamis, 24 Mei 2012
Sosiologi Dalam Kehidupan
Belajar sosiologi tak ubahnya belajar hidup. mengapa demikian? disiplin ilmu yang banyak sekali keterkaitannya dengan disiplin-disiplin ilmu lain ini menjelaskan kajian tentang persoalan-persoalan kehidupan di masyarakat. menurut penulis ilmu ini adalah ilmu yang mempelajari manusia dari bangun tidur hingga tidur lagi (ilmu mbah surip). manusia sejak bangun dari tidurnya pasti akan melakukan berbagai aktifitas baik itu pagi, siang ataupun malam hari. aktifitas ini tidak terbatas pada kalangan dewasa saja namun juga dunia anak bahkan orang jompo sekalipun. nah, dalam menjalani aktifitas kehidupan (apapun itu namanya) slalu ada ilmu sosiologi di sana. mungkin timbul pertanyaan? di mana aja sih ilmu sosiologi tersebut? nah ini dia pembahasannya.
manusia dalam beraktifitas untuk mencari kebutuhan hidupnya pasti harus berurusan dengan orang lain, dan untuk yang satu ini ni, tidak mungkin tidak bung! lalu akan timbul kerjasama antara satu individu dengan individu lainnya. sosiologi menjelaskan hal ini lewat interaksi sosial.
setiap pagi kita akan melihat rata-rata orang akan pergi dari kediamannya masing-masing. ada yang ke pasar, kantor, terminal, sawah, laut, sekolah, dll. di semua tempat yang disebut barusan itu ada nilai dan norma yang berlaku hingga membuat kita tak bisa sembarangan berperilaku. seandainya kita mengacuhkannya? hm, tentu resikonya kita tak akan bisa diterima oleh orang lain, dan sosiologi menjelaskannya lewat pengendalian sosial. demikian pula pada dunia anak-anak, mereka akan belajar bersosialisasi dengan lingkungan. sering terdengar seorang anak dilarang oleh ibu atau ayah bahkan kerabatnya, "jangan begitu nak, tak baik" atau, "pakai tangan cantik nak (tangan kanan)" atau lebih keras lagi seorang anak usia 4 tahun dipukul oleh ayahnya gara-gara menyeberang jalan pada saat lalu lintas ramai yang secara kebetulan rumah tu anak dekat jalan nasional. skali lagi sosiologi menjelaskannya dalam sosialisasi pembentuk kepribadian.
dalam masyarakat ada orang kaya, ada orang miskin, ada pejabat, ada penjahat, ada kuli bangunan, ada teller bank, ada guru, ada dokter, ada supir, ada polisi dll. sosiologi membahasnya melalui diferensiasi dan stratifikasi sosial.
manusia hidup saling berdampingan (bertetangga) di mana mungkin terdapat berbaga perbedaaan suku, agama, budaya dll. ada satu A tak pas dengan pas dengan suku B, ada tetangga A tak pas dengan tetangga B hanya gara-gara masalah sampai pohon yang mengotori halam rumah. di sekolah guru tak senang dengan kepala sekolah, di desa, warga tak suka dengan kepala desa. di rumah tangga, pembantu yang dipekerjakan masih main HP aja. di galon orang serobot antrian. semua persoalan ini dibahas oleh kajian ilmu sosiologi melalui materi konflik sosial. ada lagi gak???? wuah banyak dong.. ini belum seberapa....
ntar kita bahas kembali. salam ajaib
Langganan:
Postingan (Atom)