Belajar sosiologi tak ubahnya belajar hidup. mengapa demikian? disiplin ilmu yang banyak sekali keterkaitannya dengan disiplin-disiplin ilmu lain ini menjelaskan kajian tentang persoalan-persoalan kehidupan di masyarakat. menurut penulis ilmu ini adalah ilmu yang mempelajari manusia dari bangun tidur hingga tidur lagi (ilmu mbah surip). manusia sejak bangun dari tidurnya pasti akan melakukan berbagai aktifitas baik itu pagi, siang ataupun malam hari. aktifitas ini tidak terbatas pada kalangan dewasa saja namun juga dunia anak bahkan orang jompo sekalipun. nah, dalam menjalani aktifitas kehidupan (apapun itu namanya) slalu ada ilmu sosiologi di sana. mungkin timbul pertanyaan? di mana aja sih ilmu sosiologi tersebut? nah ini dia pembahasannya.
manusia dalam beraktifitas untuk mencari kebutuhan hidupnya pasti harus berurusan dengan orang lain, dan untuk yang satu ini ni, tidak mungkin tidak bung! lalu akan timbul kerjasama antara satu individu dengan individu lainnya. sosiologi menjelaskan hal ini lewat interaksi sosial.
setiap pagi kita akan melihat rata-rata orang akan pergi dari kediamannya masing-masing. ada yang ke pasar, kantor, terminal, sawah, laut, sekolah, dll. di semua tempat yang disebut barusan itu ada nilai dan norma yang berlaku hingga membuat kita tak bisa sembarangan berperilaku. seandainya kita mengacuhkannya? hm, tentu resikonya kita tak akan bisa diterima oleh orang lain, dan sosiologi menjelaskannya lewat pengendalian sosial. demikian pula pada dunia anak-anak, mereka akan belajar bersosialisasi dengan lingkungan. sering terdengar seorang anak dilarang oleh ibu atau ayah bahkan kerabatnya, "jangan begitu nak, tak baik" atau, "pakai tangan cantik nak (tangan kanan)" atau lebih keras lagi seorang anak usia 4 tahun dipukul oleh ayahnya gara-gara menyeberang jalan pada saat lalu lintas ramai yang secara kebetulan rumah tu anak dekat jalan nasional. skali lagi sosiologi menjelaskannya dalam sosialisasi pembentuk kepribadian.
dalam masyarakat ada orang kaya, ada orang miskin, ada pejabat, ada penjahat, ada kuli bangunan, ada teller bank, ada guru, ada dokter, ada supir, ada polisi dll. sosiologi membahasnya melalui diferensiasi dan stratifikasi sosial.
manusia hidup saling berdampingan (bertetangga) di mana mungkin terdapat berbaga perbedaaan suku, agama, budaya dll. ada satu A tak pas dengan pas dengan suku B, ada tetangga A tak pas dengan tetangga B hanya gara-gara masalah sampai pohon yang mengotori halam rumah. di sekolah guru tak senang dengan kepala sekolah, di desa, warga tak suka dengan kepala desa. di rumah tangga, pembantu yang dipekerjakan masih main HP aja. di galon orang serobot antrian. semua persoalan ini dibahas oleh kajian ilmu sosiologi melalui materi konflik sosial. ada lagi gak???? wuah banyak dong.. ini belum seberapa....
ntar kita bahas kembali. salam ajaib